Mencari dan Memanen Ide - JAMAL PASSALOWONGI -->

Mencari dan Memanen Ide



Mencari dan Memanen Ide merupakan tahapan dalam menulis/membuat buku. Tahapan ini adalah tahapan awal atau pendahuluan. Gagasan atau ide tulisan tertuang dalam konteks ini. Apa yang menjadi topik permasalahan. Inilah tahap memaksimalkan potensi imajinasi yang berada di alam ide. Imajinasi tidak terbendung oleh ruang dan waktu. Kadang ia mengalir secara tiba-tiba seperti ilham yang datang begitu saja. Bila ide itu datang maka sebaiknya “kita ikat ia dengan tulisan” ucapan ini pernah juga di ucapkan Imam Ali bin Abi Thalib, karena bila terlepas maka sulit untuk menemukannya kembali. Satu diantara kelebihan beberapa penulis besar adalah tidak melepaskan ide itu berlalu begitu saja.
Ide itu dapat muncul karena perenungan. Banyak orang yang berusaha mencari ide di tempat-tempat sepi, tenang, atau indah seperti di atas gunung, di tepi laut, atau di sebuah gua yang sunyi jauh dari keributan. Namun demikian, dicari malah sulit ditemukan, tidak dicari malah datang secara tiba-tiba. Perjalan mencari ide pun ternyata bila ditulis akan menjadi sebuah tulisan. Inilah yang luar biasa dari ide.
Ide itu bersifat abstrak tidak ada yang mengetahui di mana letaknya ide. Para filosof telah membahas ide ini dari awal kehidupan. Plato dan Socrates misalnya yang memandang ide sebagai sesuatu yang suci, bahkan ada yang mereka sebut ide murni dan berada di alam lain. Ide itu baru diturunkan dalam bentuk nyata ketika ia dituliskan atau disebutkan dengan kata-kata.
Untuk karya fiksi ide itu dapat mengalir lewat loncatan-loncatan stimulasi berupa tema atau jenis karya yang akan dibuat. Misalnya tema tentang masa lalu, kisah Raja dan Ratu, para pejuang perang atau kisah Naga dan Raksasa, semua ide tentang tema itu akan segera berada di dalam kepala penulis, tugas penulis adalah memilah dan memilih ide mana yang akan diturunkan dalam tulisan.
Ada beberapa panduan untuk menentukan ide kreatif apa yang dapat dijadikan tulisan oleh para penulis pemula, seperti:
1)    Ide itu tidak harus baru, tetapi dapat ditambahkan sesuatu yang sifatnya kreatif. Misalnya, Raja pasti memiliki Ratu, atau putri pasti ada pangeran maka ide kreatif dapat membuat kisah dengan alur yang berbeda dengan membuat kisah pangeran yang terdampar bersama pangeran lainnya di pulau sihir untuk membebaskan manusia dari perbudakan sihir gelap. Kisah seputar istana tidak melulu harus menampilkan semua perangkat istana, sperti raja, ratu, pangeran, dan putri tetapi bisa jadi yang menjadi pusat kisahan adalah seorang kerdil tak bernama dari sebuah kerajaan kecil, dan sebagainya.
2)   Unik adalah kata yang dapat dipakai untuk menyelaraskan sebuah ide yang berbeda dengan ide lainnya.
3)   Multitafsir, biasanya ide seperti ini memberikan ruang-ruang yang luas bagi pembaca untuk memberikan tafsiran pada kisahan yang disajikan, tidak melulu harus satu tafsir, membiarkan pembaca untuk mengerutkan kening juga dapat menjadi salah satu penarik untuk satu kisahan yang dibuat penulis.
4)  Tidak terbatas. Tidak terbatas menjadi salah satu ciri khas sebuah ide, beberapa penulis pernah membuat kisahan yang sangat menarik, dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya, daerahnya tidak dalam peta manapun, kisahnya tidak pernah terdengar dalam kisah-kisah lama, ataupun yang terbaru. Sangat kontemplatif dan kontemporer, membesakan ide dari kurungan waktu dan ruang. Ide seperti ini dimungkinkan pada penulis-penulis yang sudah memiliki ruang kendali sendiri, yang dapat memainkan ide dalam ruang dan waktu yang ia senangi.
Mencari ide bila dikatakan pekerjaan mudah, tidak juga. Karena terkadang ide itu sangat liar dan terlepas dengan sendirinya. Oleh karena itu, salah satu cara agar ide itu mampu digapai adalah dengan membaca. Hanya dengan membaca penulis mampu melihat luas dan beragamnya ide. Seperti membuka jendela ide, ketika membuka satu pintu maka ratusan pintu lainnya telah menunggu untuk dibuka, hanya dengan membaca ide itu akan cepat digapai. Demikianlah pencarian ide akan berakhir ketika satu ide akan tertuliskan seperti pada tulisan ini.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Mencari dan Memanen Ide"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel