JEJAK DIGITAL - JAMAL PASSALOWONGI -->

JEJAK DIGITAL



DEDIKASI YANG PERAH SAYA LAKUKAN SELAMA MENJADI GURU 2006-2020


NAMA          : Jamal Passalowongi, SPd.,M.Pd.

JABATAN   : Guru Madya/ Guru bahasa Indonesia

JENJANG   : SMA Negeri 6 Barru

ALAMAT    : Jalan Pramuka N. 83 Kab. Barru

 

LATAR    BELAKANG    SITUASI    DAN    PERMASALAHAN    TERKAIT    DENGAN PEMBELAJARAN/PENDIDIKAN    DI    TEMPAT    ANDA    BERTUGAS    DI    MASA PANDEMI COVID 19 (maksimal 300 kata) 

Bulan Maret 2020 proses pendidikan secara luring dihentikan untuk mencegah penyebaran virus covid 19 kepada peserta didik di seluruh wilayah Indonesia. Namun, dibalik pemutusan mata rantai penyebaran virus diklangan peserta didik maka muncullah masalah baru yang harus ditangani secara cepat dan tepat, yaitu proses belajar peserta didik yang harus tetap berjalan. Masalah baru ini muncul dengan bebrbagai variasi tidak terkecuali di Sul-Sel, khususnya di SMAN 6 Barru.

Sejak Maret 2020, kesepakatan dewan guru SMAN 6 Barru melaksanakan pembelajaran Daring yang diserahkan kepada masing-masing guru untuk memilih cara dan waktu pembelajaran, Pihak kurikulum hanya memberikan acuan berupa roster perminggu untuk pelaksanaannya.

Kalang-kabut, itulah istilah pertama yang dirasakan guru saat harus mengajar daring, belum adanya model baku apalagi petunjuk teknis dari kementerian atau contoh pembelajaran daring mengakibatkan pembelajaran menjadi “apa adanya” dan sangat tidak maksimal,

Bagaimana dengan peserta didik atau siswa, awalnya mereka menyambut baik proses BDR (belajar dari rumah ini). Minggu ketiga dan keempat di bulan Maret sampai awal April semua masih semangat mengikuti BDR secara daring dengan baik-baik saja, walaupun beberapa siswa yang tidak mampu-tidak memiliki HP Android dan jauh dari jangkuan signal tidak dapat mengikuti secara daring (saat itu Maret-belum ada solusi yang sesuai).

Minggu kedua April muncullah kejenuhan siswa dan protes dari orang tua siswa karena tugas yang menumpuk dari setiap mata pelajaran. Siswa menjadi stres, orang tua kerepotan. Hal ini dikarenakan seluruh guru memberikan tugas kepada siswa seperti pada saat dilakukan kegiatan tatap muka di sekolah. Seluruh mata pelajaran memberikan tugas, sementara siswa karena di rumah tidak memiliki motivasi kuat mengerjakan tugas seperti saat bersekolah, misalnya tugas dapat dikerjakan bersama berkelompok, masalah pulsa-data pun kemudian muncul kepermukaan sebagai bagian dan proses pembelajaran daring yang dianggap memberatkan orang tua. Masalah khusus di SMAN 6 Barru disamping beberapa siswa dengan akses internet terbatas, proses belajarpun masih dianggap tidak maksimal.

1.      Video Belajar online

https://drive.google.com/drive/folders/1M0L28EQzC29EshvtEWC17YYq5-TKoCWf?usp=sharing

2.      Penggunaan google classroom

https://drive.google.com/file/d/1UF_AzqcSo2FzNLWzVkc-8nuXaHNbCuRv/view?usp=sharing

3.      Contoh materi dalam bentuk ppt

https://drive.google.com/drive/folders/1ux4VwWizZG5bGzUz04wEcGQIifHuNCuZ?usp=sharing

4.      Contoh Laporan BDR SMAN 6 Barru

https://drive.google.com/file/d/1xETVxUsV_YLHCFiZM_qhSTDZ69K8jv3E/view?usp=sharing 


AKSI   NYATA   YANG   ANDA   LAKUKAN   TERKAIT   DENGAN   SITUASI   DAN PERMASALAHAN (maksimal 1500 kata)

Melihat permasalahan yang terjadi dalam proses pembelajaran daring di SMAN 6 Barru, khususnya pada mata pelajaran yang diampu oleh penulis yaitu bahasa Indonesia. Setelah beberapa minggu berlangsung pembelajaran daring ini, di media sosial muncul dua silang pendapat dari para guru, yang pertama ada yang mulai “menyerah” dan melakukan pembelajaran apa adanya. Tetapi, ada juga yang “tidak mau menyerah” dengan kenyataan ini.

Penulis memilih untuk tidak menyerah, dan memulai proses belajar memperkuat keterampilan dalam melakukan pembelajaran daring. Hal pertama adalah sejak Maret beberapa Organisasi Guru dan kelompok pemerhati pendidikan telah berupaya membuat kegiatan berupa cara, model atau metode belajar daring yang kira-kira sesuai dengan pembelajaran daring di sekolah masing-masing.

Mulailah penulis berburu Seminar dan workshop daring model-model pmbelajaran jarak jauh atau daring baik nasional ataupun internasional, karena pandemi ini tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi pembelajaran di negeri lain juga dapat menjadi perbandingan. Beberapa perangkat pembelajaran jarak jauh seperti penggunaan LMS (Learning Manajemen Sistem) seperti Edmodo, google classroom, pemanfaatan blogger, MS Office 365 dan beberapa model penilaian berbasisi daring akhirnya penulis ketahui berdasarkan “perburuan” Pelatihan daring dari semua stakeholder pendidikan termasuk kementrian yang sudah “sangat kencang melakukan seminar dan workshop daring di bulan April sampai saat ini.

Setelah memasuki semester ganjil 2020/2021 khusus pembelajaran daring di SMAN 6 Barru, maka Penulis mulai Menyusun perangkat sesuai rapat program bahwa sekolah menyatukan proses belajar daring dengan beberapa ketentuan misalnya setiap guru memakai google classroom terintegrasi dengan bagian kurikulum sehingga terpantau secara baik, meeting hanya menggunakan satu cara yaitu google meet dan penyetoran laporan terorganisasi secara baik lewat LMS sekolah. begitupula dengan siswa yang tidak aktif akan di lakukan penelusuran oleh guru bimbingan dan konseling dibantu dengan wali kelas masing. Belajar dari semester lalu di awal pandemi, beberapa masalah sudah dapat di atasi dengan baik. Walaupun masih terdapat masalah lain yang harus diperhatikan oleh setiap mata pelajaran.

Masalah pada setiap mata pelajaran adalah proses daya serap siswa terhadap mata pelajaran, setiap guru harus memiliki metode yang jelas dan terukur agar siswa mendapatkan pengalaman belajar sesuai dengan kompetensi yang diajarkan.

Khusus ada mata pelajaran bahasa Indonesia, berdasarkan rancanan pembelajaran ada beberapa materi yang sifatnya menulis, berbicara, dan bersastra. Pada pembelajaran daring untuk menulis seperti menulis teks LHO (Laporan Hasil Observasi) maka penulis akan membagikan beberapa video pembelajaran yang di buat penulis sendiri untuk memudahkan siswa, di samping melakukan meeting dengan google meet. (meeting dengan google meet tidak setiap minggu dilakukan, hal ini mempertimbangkan kuota internet siswa) yang efektif dilakukan adalah melakukan pemberian tugas di google classroom dan memeriksanya secara teliti.

Pada materi yang berkaitan dengan berbicara, baik berpuisi, ceramah, atau berdrama maka tugas dilakukan dalam bentuk perwatakan tokoh drama seperti menangis, tertawa, tersenyum, marah, dan sebagainya, maka akan dikumpulkan dalam bentuk foto dan akhirnya dikompilasikan dalam bentuk video watak agar tugas itu menyenangkan dan menjadi bahan pembelajaran.

Khusus pada materi drama bila dalam kondisi pebelajaran luring maka drama akan dilakukan dalam bentuk berkelompok, maka pada pembelajaran daring ini tugasnya dalam bentuk membuat video pendek tentang naskah drama sederhana yang hanya melibatkan keluarga atau monolog di dalam rumahnya sendiiri, tidak boleh keluar karena menjaga kondisi pandemi covid 19.

Hal yang sama penulis lakukan pada pelajaran puisi, setelah memberikan materi berupa contoh berpuisi yang baik yang diperankan oleh penyair (teman penulis dari rumahnya) maka tugas siswa dapat berupa video puisi yang dilakukan hanya di rumah tidak boleh di luar rumah.

Beberapa video pembelajaran di buat penulis dan dimasukkan dalam youtube agar siswa dapat mengaksesnya tanpa hambatan karena youtube sudah umum digunakan oleh siswa. Video-viode ini dijadikan sebagai materi sekaligus dapat diakses oleh guru-guru lainnya yang membutuhkan.

Khusus untuk penilaian penulis menggunakan google form dan quiziz untuk memantau daya serap siswa dalam menjawab materi yang dilakukan.

Pada mata pelajaran bahasa Indonesia selalu ada konsep literasi di dalamnya, siswa diharapkan dapat membaca buku atau membuat tulisan sebagai bentuk literasi dasar. Sebelum masa pandemi covid 19 khusus masalah literasi sekolah penulis membuat metode yang telah diujicobakan selama dua semester yang disebut dengan PRESI (PRESENSI LITERASI)

Presi atau Presensi literasi. Presensi literasi ini sudah dilakukan sejak awal tahun ajaran baru 2019/2020 dimulai dengan memberikan pengertian bagaimana literasi mampu memberikan manfaat luar biasa pada diri siswa. Siswa harus memahami bahwa apa yang ditulisnya pastilah memberikan manfaat yang baik padanya di kemudian hari. Presensi ini dilakukan untuk memicu dan memacu kemampuan siswa dalam menulis. Pun dalam hal ini siswa diajarkan untuk mencintai dunia tulis menulis.

Presensi Literasi yang disingkat Presi ini merupakan praktik baik dalam berliterasi, karena salah satu masalah dalam berliterasi adalah konsistensi atau kesinambungan suatu program. Kadang ada program baik akan tetapi tidak dilakukan secara berkesinambungan sehingga berhenti di tengah jalan ahirnya menjadi tidak maksimal dan tidak mencapai tujuan gerakan literasi sekolah.

Presensi literasi berbentuk catatan harian yang dimiliki siswa saat mata pelajaran bahasa Indonesia dilaksanakan. Disebut presensi karena kegiatan ini berupa pengecekan kehadiran (presensi=kehadiran) berdasarkan pengumpulan presensi saat guru mengecek kehadiran siswa. Dan karena itupulalah siswa yang tidak mengumpulkan Presi tidak akan dipresensi kehadirannya di kelas sampai mereka mengumpulkannya.

Presi atau presensi literasi masih dalam bentuk tulisan tangan dengan pola-pola yang dibuat siswa dengan menggambar atau menempel. Akan tetapi, boleh jadi dalam perkembangannya penulis sedang mempersiapkan satu grup khusus atau blog (juga rencana satu aplikasi) yang dapat menampung tulisan siswa setiap harinya sebagai bentuk presensi mereka ketika hadir di kelas. Bila siswa mengumpulkan dalam bentuk file atau dimasukkan dalam aplikasi tertentu maka dalam satu semester tulisan-tulisan itu akan menjadi lembaran-lembaran yang akan menunjukan jati diri penulisnya. Akhirnya dapat dibukukan atau di jadikan media pembelajaran berikutnya.

Presensi literasi memberikan kesempatan kepada siswa untuk menulis apa saja yang pernah mereka baca, mereka dengarkan, atau ingin menulis apa saja, mulai dari pameo, majas, pantun, sajak dll. Kebebasan siswa dalam menulis di dalam presensinya akan memberikan keleluasaan siswa mengembangkan minatnya dalam menulis.

Dalam perkembangannya presensi literasi saat itu berubah menjadi lebih menarik dan bersipat sangat individual. Karena siswa di minggu-minggu ketiga, mulai merasakan selalu ada sesuatu yang harus mereka tulis. Sangat terlihat jelas siswa perempuan sudah mulai menulis semua hal yang berkaitan dangan perasaanya secara pribadi, kehangatan persahabatan, perasaan simpatik, jengkel, sampai rasa cinta yang tak terbalaskan mulai tertulis dengan rapi dan berwarna. Yah, mereka kemudian memberikan warna, gambar, emoji, dan pemanis rasa lainnya yang sungguh enak dipandang mata sekaligus membuat perasaan berbunga bila membacanya. Sementara banyak di antara siswa laki-laki lebih senang menulis tentang pameo, pantun, dan puisi.

Akan tetapi pada masa pandemi ini literasi sekolah benar-benar mengalami masalah serius, kegiatan literasi saat tatap muka bisa memanfaatkan perpustakaan dan menulis langsung dalam bentuk Presi seperti yang penulis jelaskan di atas tentu tidak dapat dilakukan lagi. Apakah kita harus menyerah sehingga literasi siswa akan semakin rendah khususnya literasi baca-tulis, Oleh karena itu, harus ada upaya yang penulis lakukan untuk menerobos kebuntuan ini. Setelah mengamati beberapa seminar daring, maka penulis mendapatkan ide untuk tetap memperkuat kembali kemampuan literasi siswa dengan mengganti Presensi Literasi Pentigraf Siswa.

Tentu saja kegiatan Presi berhenti seiring dimulainya BDR pada semeter genap 2020. Oleh karena itu, untuk menjaga kegiatan literasi siswa ini tetap berjalan maka diperlukan satu trobosan baru agar aktivitas literasi siswa tetap eksis. Salah satu yang dikembangkan adalah membuat blog khusus pengumpulan tulisan siswa. Pengumpulan tulisan siswa dilakukan per akhir pekan, tidak membebani siswa karena wajibnya mereka hanya mengumpulkan satu tulisan setiap minggu, selebihnya bila ada siswa yang ingin berkreasi lebih maka dapat mengumpulkan tulisan lebih dari satu dalam setiap minggu.

Mereka tidak perlu memiliki blog pribadi, tetapi guru sendiri yang membuat blog kelas sehingga semua tulisan akan terkumpul sesuai label masing-masing.

Untuk tulisan siswa penulis memperkenalkan PENTIGRAF. Pentigraf ini pada dasarnya adalah kisahan atau narasi yang diikat oleh ketentuan TIGA PARAFRAF. Ketentuan tiga paragraf inilah yang menjadi ciri khas cerpen-cerpen Pentigarf. Namun, seperti cerpen pada umumnya di dalam Pentigraf ada tokoh utama dengan konfliknya, ada setting, ada point of view sesuai pilihan si penulis, dan ada solusi di ujung cerita. Perbedaannya ada pada panjang tulisan yang dibatasi tiga paragraf. 

Terlepas dari kontroversi Pentigraf, karena sebagian penulis merasa bahwa Pentigraf tidak akan mampu menyaring keseluruhan ide dalam satu kisah, atau karena terlalu pendek maka rasanya tidak layak untuk menjadi suatu pengisahan utuh. Sementara yang mendukung lebih pada kreativitas, dan sikap para milenial yang cepat kehilangan kesabaran bila membaca teks-teks pajang dan melelahkan pun pada cerpen biasa. 

Penggunaan Pentigraf sebagai salah satu solusi penguatan literasi siswa, karena Pentigraf dianggap tidak akan membebani siswa untuk berpikir yang ruet membuat satu cerpen biasa yang dalam beberapa pengalaman, ada saja siswa yang tidak dapat mengembangkan paragraf sebagai mana mestinya.

Kini tulisan-tulisan pentigraf siswa seperti bermetamorfosis menjadi bacaan-bacaan “gurih” dengan gaya-gaya yang khas dan tidak terduga,banyak siswa sudah mulai menetapkan tema dan gambar-gambar sesuai. Berkaitan dengan tulisan dan plagiat ini penulis mencoba membaca satu persatu secara cepat pentigraf siswa untuk memastikan keasliannya, beberapa sudah penulis berikan catatan mengecek kembali tulisan mereka, dan mencoba untuk jujur masalah keaslian ini.

Penulis melihat perkembangan literasi pentigraf ini merupakan upaya praktik baik berliterasi sebagai salah satu solusi agar kegiatan literasi sekolah tetap berjalan meskipun di era pandemi covid 19. Intinya kita tidak boleh menyerah membiarkan literasi siswa terpuruk hanya karena kita tidak mampu memerikan yang terbaik buat mereka.

 

Link:

 

1.      Presi (Presensi Literasi)

 

https://www.youtube.com/watch?v=l--DxZV2KHM&t=66s

 

https://jamalpassalowongi.gurusiana.id/article/2019/10/presensi-literasi-satu-titik-membangun-generasi-literet-2632432

 

 

2.      Literasi Pentigraf

 

https://www.youtube.com/watch?v=FCfstiPte4s

 

https://pentigrafxilajulo.blogspot.com/

 

https://literasipentigrafsmanam.blogspot.com/

 

https://literasipentigrafnigos.blogspot.com/

 

 

DEDIKASI YANG ANDA CURAHKAN*

    Berikan CONTOH NYATA bahwa yang Anda pikirkan dan lakukan untuk dan atas kepentingan yang lebih besar (maksimal 200 kata).

Sebelum terangkat menjadi PNS 2006, beberapa kegiatan keorganisasian memang telah penulis geluti secara nyata mulai sejak menjadi aktivis kampus sampai aktivis LSM. Hal ini terbawa saat menjadi guru. Melihat beberapa permasalahan yang dihadapi di dunia pendidikan, maka penulis berinisiatif untuk terjun dalam melakukan internalisasi terlebih dahulu dan kemudian mencoba berbagi dengan teman-teman guru yang lain yang memiliki keresahan yang sama dalam dunia pendidikan.

Secara khusus penulis mendikasikan diri memberikan penguatan pada kemampuan guru untuk menjadi lebih professional dan berdaya juang tinggi dalam mengajar. Karena penulis melihat salah satu hal yang paling penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah memperkuat kemampuan guru dalam segala hal tertutama dalam menguasai, menyiapkan, dan menyajikan materi pembelajaran sehingga siswa akan mengalami pengalaman belajar yang hebat di kelas.

Dengan padangan tersebut maka penulis mulai mengorganisasikan diri dalam Lembaga profesi bahkan dengan beberapa kawan membentuk Yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan dan penerbitan untuk meng-upgrade dan meng-update guru agar tidak ketinggalan dalam penguatan materi pembelajaran yang semakin berkembang. Konsetrasi yang paling banyak penulis lakukan adalah pada bidang penguatan literasi guru. Dalam pandangan penulis literasi adalah kegiatan yang wajib dijadikan titik awal untuk memperbaiki kemampuan guru dan siswa. Oleh karena itu, dari titik inilah penulis bergerak melakukan pelatihan-pelatihan literasi.

Link

  1. Foto kegiatan Literasi

 

https://drive.google.com/file/d/1y4fAY25--14VXol0gFfmQW2T0_Oj9HGj/view?usp=sharing

 

https://drive.google.com/file/d/18KSOQ78WtfYDxTry2m98flTP40Qvkd0X/view?usp=sharing

 

https://drive.google.com/file/d/10fEXBQuUpegUAkd9Sm7LHcoD6Okge-kb/view?usp=sharing

 

https://drive.google.com/file/d/1Zi7vkmaM0dOw74ZFaIBR2Vz9DtANVQz7/view?usp=sharing

 

https://drive.google.com/file/d/1PnkRQ9AyEZzCh4cp2w-VDDycGG_TMu-0/view?usp=sharing

 

https://drive.google.com/file/d/190gB2PoDy0A0bw-H0_ommpo62eENPLDu/view?usp=sharing

 

https://drive.google.com/file/d/123Of0pAvBBX6UhekA6h58MHXvGmUPVHw/view?usp=sharing

 

https://drive.google.com/file/d/1zKe0OWx39DYbFlghQYJTQEUwBS09_7i-/view?usp=sharing

 

  1. Pemateri sejarah Barru

 

https://www.youtube.com/watch?v=Y3RRc75ijPo&t=16s

 

https://www.youtube.com/watch?v=sxhCZjC0Gr0&t=533s

 

 

    Berikan CONTOH NYATA Komitmen dalam menyelesaikan tugas (Selalu meningkatkan produktifitas)  (maksimal 200 kata).

Salah satu motto Penulis adalah “Pantarei” sebuah filosofi Yunani yang berarti “bergerak mengalir” filosofi ini menjadi dasar bagi penulis untuk terus bergerak dan mengalir seperti air, terus mengikuti perubahan tidak berhenti untuk melakukan inovasi-inovasi baru, tidak segan untuk belajar kapan dan di mana saja.

Penulis tidak pernah berhenti dalam belajar, berbagai kegiatan penulis ikuti baik yang dibiayai oleh sekolah maupun biaya sendiri. Karena sering mengikuti pelatihan baik yang terkait dengan literasi maupun media pembelajaran, maka di beberapa kegiatan penulis diundang menjadi pemateri atau narasumber. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Lembaga Kemahasiswaan, Kampus, Dinas Pendidikan, KKG dan MGMP dan beberapa sekolah mulai SD sampai SMA.

Selain menjadi pemateri di beberapa kegiatan, Penulis juga menjadi inisiator beberapa kegiatan yang dilakukan penulis lewat organisasi profesi yang digeluti penulis dan telah sukses melakukan banyak worshop dan pelatihan bagi guru dan siswa, serta seminar berskala nasional dan internasional.

Penulis tidak hanya mengikuti kegiatan baik nasional maupun internasional secara daring di era pandemi ini, akan tetapi penulis juga mengaplikasikan ilmu di kelas dalam bentuk penelitian-penelitian Tindakan kelas dan tulisan-tulisan di beberapa media cetak maupun elektronik. Beberapa temuan inovasi terus dilakukan penulis untuk memecah kebuntuan pembelajaran siswa baik sebelum atau selama pandemi, semunya penulis lakukan untuk kemajuan pendidikan. 

Link kegiatan

https://drive.google.com/file/d/1_pNxkEQ3ixiG7NUQ8BZBzNWOzbiK-hwp/view?usp=sharing

https://drive.google.com/file/d/1TJ7b_fXBbJGjbZTcO-iQ7iwDkmPqyla2/view?usp=sharing

https://drive.google.com/file/d/1z4rBe0E3dZ3tw0WmhTbl4P0jk5M009xE/view?usp=sharing

 

Link PTK/penelitian

https://drive.google.com/file/d/1hrpII5wOSrlqLYjfO-Yn3X7chRUWKTH0/view?usp=sharing

https://drive.google.com/file/d/1hCnvaDsH1dgX77fz-S4IE72CN7-mCIgB/view?usp=sharing

https://drive.google.com/file/d/1vzkVdT7IKuCSLXv1H1xyOoUyyQ9EJ8FW/view?usp=sharing

https://drive.google.com/file/d/1WgjMaRvGsBex2l4kjldpDDjImkvkDmqP/view?usp=sharing

https://drive.google.com/file/d/1epTC_qpcj3qstdu_h1cyJUG392bgK0Zt/view?usp=sharing

https://drive.google.com/file/d/1rR1wJIsVzmFGvrbcY7ZrCIH0Wm7hj5PL/view?usp=sharing

  

    Berikan CONTOH NYATA bahwa yang Anda lakukan adalah tanpa pamrih, tidak mengharap imbal jasa (maksimal 200 kata).

Sejak menjadi aktivis mahasiswa 98 Penulis memiliki komitmen membangun bangsa ini, tanpa pamrih dan mengharapkan imbalan jasa. Komitmen ini tetap penulis pertahankan ketika menjadi pengawai negeri sipil (PNS) guru, pengabdian untuk mencerdaskan bangsa lewat penguatan literasi telah menjadi komitmen penulis. Sebagai bukti konkret, penulis siap mengisi kegiatan-kegiatan kemahasiswaan atau komunias kepenulisan di kab. Barru, mencoba menggerakkan taman baca yang dimotori oleh komunitas pemuda. Selain sebagai ketua Agupena (Asosiasi Guru Penulis Indonesia), penulis juga menjadi Pembina dibeberapa komunitas penulis muda di Kabupaten Barru.

Bersama teman-teman penulis, kegiatan komunitas kepenulisan dan seni di dorong untuk menguatkan daya baca dan seni masyarakat.

Khusus untuk kegiatan pembinaan guru, Penulis sering berkunjung ke KKG untuk melakukan sosialisasi kepnulisan, pentingnya literasi khususnya membuat tulisan dalam bentuk buku. Untuk membuktikan keseriusan penulis, maka penulis menginisiasi kawa-kawan di Agupena Barru untuk membuat buku sendiri atau antologi, juga pada beberapa sekolah yang didatangi penulis mensupport siswa untuk membuat antologi bersama yang menjadi karya monumental dari siswa. Untuk itu penulis memulai dari sekolah penulis dengan mengajak siswa membuat antologi bersama dan saat ini sudah mencapai beberapa buku antologi bersama, bahkan ada yang menulis secara pribadi. Semua itu penulis lakukan tanpa pamrih untuk memperkuat kemampuan siswa, guru , dan pemuda berliterasi

Link kegiatan literasi

https://drive.google.com/file/d/10YgL1A-y4QAX_EOYbJ2ANsXLQturri1u/view?usp=sharing 

https://drive.google.com/file/d/199BAwZNn3nvdDrCHfyXwjyQijK1GnilB/view?usp=sharing

https://drive.google.com/file/d/1l5htfZHO7-NcVBLNADF9whEf31V0u9I8/view?usp=sharing

https://www.youtube.com/watch?v=sxhCZjC0Gr0&t=487s

https://www.youtube.com/watch?v=OyA96tVUgfk&t=40s

 

    Berikan CONTOH NYATA bahwa tindakan Anda dilakukan dengan semangat yang tinggi dalam melayani (maksimal 200 kata) 

Salah satu yang biasanya menjadi masalah dalam sebuah Gerakan adalah semangat tinggi, semangat ini harus dipertahnkan untuk memberikan layanan yang maksimal. Penulis siap berangkat ke setiap tempat bila di butuhkan. Bahkan pernah ada undangan KKG di daerah terpencil di daerah Kecamatan Pujananting Kab. Barru, tempatnya berada di atas gunung jauh dari kota, jalanan yang rusak serta menanjak tetap saja dengan semangat tinggi Penulis datang dan bersitalurahmi dengan guru-guru terpencil dari daerah Pujananting. Salah satu Guru bernama Astini, S,Pd. dengan bimbingan penulis berhasil menulis pengalamannya di daerah terpencil di Kab. Barru bernama “Tanggasoe” dalam bahasa Indonesia “tengah hari” karena sekolahnya berada ditengah gunung yang hanya masyaraktanya hanya dapat melihat matahari dari pukul 12 sampai pukul 13, karena daerahnya di cekungan dua gunung besar. Buku ini akhirnya mendapat penghargaan Kepala DInas Pendidikan Kabupaten Barru.

Semangat ini penulis tularkan kepada kawan-kawan penulis, dan siswa. Di beberapa tempat penulis membimbing beberapa guru dan siswa dalam menulis buku baik antologi maupun novel. Penulis terus-menerus menyemangati mereka untuk tetap melanjutkan tulisan sampai selesai.

Saat ini di masa pandemi penulis tetap memperlihatkan semangat mengajar setiap saat pada siswa, hal ini penulis lakukan agar siswa juga tidak kehilangan semangat belajar walaupun di masa sulit seperti saat covid ini.

link

https://drive.google.com/file/d/12nntWDgwyCL8Uvnysz64OvSSrdoBxiYh/view?usp=sharing

https://www.youtube.com/watch?v=vrYk-eW_tSY&t=43s

 

    Berikan CONTOH NYATA bahwa tindakan Anda menunjukan daya tahan dalam menghadapi kesulitan dan rintangan dalam pembelajaran (maksimal 200 kata). 

Menghadapi berbagai masalah dalam pembelajaran, penulis tidakpernha menyerah sebelum pandemi covid 19 penulis sudah menyelesaikan banyak masalah pembelajaran dengan melakukan penelitian Tindakan kelas. Beberapa penggunaan metode baru penulis telah cobakan di kelas untuk mengetahui efektivitasnya dalam pembelajaran. Khusus dalam kondisi pandemi covis 19 ini maka daya tahan menghadapi kesulita dilakukan penulis dengan tidak menyerah begitu saja degan keadaan.

sebagaimana yang pernah penulis uangkapkan bahwa hari ini beberapa guru sudah mulai kehilangan daya tahan terhadap kesulitan meghadapai pembelajaran di era pandemi covid 19. Sebagian kini mengajar asal mengajar, yang penting kewajibannya terlaksana. Penulis tidak demikian, semua perangkat yang mampu membuat siswa belajar dengan baik tetap penulis lakukan. misalnya upaya literasi pentigraf seperti yang akan penulis jelaskan nantinya.

daya tahan dalam mengahadapi masalah salah satunya adalah kini penulis semntara Menyusun karya tulis pertama kali saat pandemi. keputusan ini penulis lakukan agar karya ini nantinya akan menjadi contoh bagi teman-teman guru yang lain dalam menerapkan pembelajaran saat pandemi.

Lewat beberapa video di youtube penulis juga melakukan sosialisasi bagaimana cara atau tutorial melakukan pembelajara jarak jauh agar teman-teman guru dapat mengikuti dan menjadikanya sebagai pedoman dalam PJJ. Video-video ini juga penulis tujukan sebagai tutorial kegiatan pada siswa sehingga siswa dapat dengan mudah mengikuti PJJ.

1.      Video membantu guru untk membuat tutorial PJJ

https://www.youtube.com/watch?v=Zmm56z9CqoU&t=27s

https://www.youtube.com/watch?v=iLiUq1AEYes&t=19s

https://www.youtube.com/watch?v=f77xGY5qwE4&t=19s

https://www.youtube.com/watch?v=6rlsdF4QbAY&t=1s

https://www.youtube.com/watch?v=BCh6wVaU3X0&t=4s

https://www.youtube.com/watch?v=znRSWbclHfQ&t=130s

https://www.youtube.com/watch?v=KLrC8GXCqsI 

2.      Video materi di youtube yang di masukkan dalam google classroom

https://www.youtube.com/watch?v=JhWX9NyaZPQ

https://www.youtube.com/watch?v=9_XooyFI5jI

https://www.youtube.com/watch?v=Vi82CLCxhMg&t=58s

https://www.youtube.com/watch?v=ptoL1HJWzuw

https://www.youtube.com/watch?v=nkotThqLL5s

https://www.youtube.com/watch?v=loaZuy5MiU8&t=189s

https://www.youtube.com/watch?v=DmvOHkJUlFs

https://www.youtube.com/watch?v=4j9D32_4tEA&t=63s

https://www.youtube.com/watch?v=XQYwnfOyst0 

 

 

    Berikan CONTOH NYATA bahwa tindakan Anda dilaksanakan dengan komitmen dalam menyelesaikan tugas (maksimal 200 kata).

 

Pembelajaran jaraj jauh atau daring memang memiliki kemudahan dan kesulitan tersendiri. Kemudahannya terkadang membuat kelengahan tersendiri, misalnya pada proses pemeriksaan tugas. Sedangkan kesulitannya adalah beberapa siswa kadang terlambat mengumpulkan tugas sehingga pemeriksaan tugas menjadi terlambat. Walaupun sebenarnya memeriksa tugas-tugas daring penulis anggap lebih mudah dari pada pengumpulan tugas dengan kertas, karena biasa tercecer di meja guru atau di tempat lain. Hanya saja untuk pemeriksaan daring ini bila sudah menumpuk maka harus ada waktu khusus untuk memeriksa semua tugas-tugas siswa tersebut.Bagaimana memberikan komentar pada tugas-tugas tersebut dan melakukan pemeriksaan memang membutuhkan waktu dan komitmen kuat dari penulis.

Agar tugas-tugas siswa dapat terperiksa maka penulis berkomitmen untuk tidak menunda waktu dalam memberikan penilaian tugas, dan tugas yang diberikan juga memiliki jadwal tertentu sehingga dengan mudah penulis periksa.Beberapa tugas memang membutuhkan waktu yang lama seperti tugas berupa video, sehingga penulis harus menyediakan waktu untuk memeriksa secara baik karena video itu memiliki durasi agak lama.

Komintmen lain dari penulis adalah tugas-tugas administrasi harus diselesaikan tepat waktu seperti penyiapan Rencana Pembelajaran dilakukan sebelum awal semester sehingga proses pembelajaran dapat dilangsungkan dengan tersencana dengan baik. Kominten seperti ini harus tetap dilaksanakan untuk menjaga kepentingan siswa mendapatkan pengalaman belajar memadai dan terukur untuk pembelajaran yang lebih baik.

Contoh RPP Daring

https://drive.google.com/drive/folders/1p-qY3nRumEDERe74C0HkJbWa_B2Rf-Xu?usp=sharing


 

    Berikan CONTOH NYATA bahwa pengorbanan tenaga, waktu dan pikiran Anda dapat menjadi teladan bagi pihak lain (maksimal 200 kata).

Partisipasi penulis dalam mengembangkan kemajuan literasi guru dan siswa atau masyarakat secara umum sudah merupakan tekad yang tidak dapat di tawar-tawar lagi. Semua kegiatan yang dilakukan penulis selama ini sudah menjadi bagian dari kegiatan-kegiatan penulis. Mengikuti pelatihan-pelatihan atau wokshop bagi penulis adalah satu bentuk motivasi diri dan memotivasi guru, siswa dan orang lain. Kegiatan-kegiatan yang penulis juga laksanakan dimaksudkan untuk memperkuat motivasi guru-guru untuk menjalankan pembelajaran dengan baik.

Dari pengamatan penulis beberapa guru memang memiliki motivasi rendah dalam mengikuti kegiatan-kegiatan, baik gratis lebih-lebih berbayar. Oleh karena itu, penulis terkadang membuat pelatihan gratis atau pembimbingan yang lanngsung ke sekolah-sekolah mereka. tidak ada pamrih yang diingin kan penulis kecuali memberikan mereka contoh bahwa mengajar membutuhkan keterampilan yang harus kita kuasai karena di sanalah profesi kita akan dipertanyakan. Bila kita tidak professional dalam  mengajar bagaimana menghasilkan siswa-siswa yang kompeten dan mampu bersaing di masa yang akan datang.

Beberapa guru memang telah meminta bimbingan langsung dari penulis untuk menyelesaikan buku, tulisan, atau trik-trik metode pembelajaran yang terbaru termasuk dalam penguasaan pembelajaran berbasis teknologi terbaru. Semuanya penulis layani dengan baik. Sementara untuk siswa dan mahasiswa atau pemuda, dalam membuat kegiatan-kegiatan literasi penulis memberikan bantuan sesuai kapastias penulis, misalnya mencarikan pemateri, merekomendasikan temapt kegiatan dan sebagainya

Link

https://www.youtube.com/watch?v=vrYk-eW_tSY&t=38s

https://www.youtube.com/watch?v=l--DxZV2KHM&t=72s

 

 

INOVATIF YANG ANDA KEMBANGKAN*

    Berikan CONTOH NYATA bahwa tindakan Anda memiliki kemanfaatan terutama terhadap pemecahan masalah pembelajaran di masa pandemi Covid-19 (maksimal

200 kata).

Sehubungan dengan pembelajaran di masa pandemi covid 19 ini. Tidak semua persoalan dapat dipecahkan dengan mudah, hal ini karena begitu kompleknya masalah. Di SMAN 6 Barru stakeholder telah bekerja sesuai dengan petunjuk teknis dari kemetrian. Tidak dapat dipungkiri tetap saja ada proses tidak semaksimal ketika proses pembelajaran tatap muka terjadi.

Oleh karena itu, setiap guru pada mata pelajaran memiliki peran penting masing-masing untuk mencoba berbagai strategi  melancarkan proses pembelajaran pada mata pelajarannya masing-masing. Salah satu mata pelajaran yang penulis ampuh adalah mata pelajaran bahasa Indonesia yang di dalamnya tercakup atau berkaitan langsung dengan komitmen penulis untuk memperkuat literasi siswa khususnya dalam literasi dasar baca-tulis.

Agar literasi tetap bergerak di sekolah, meskipun dalam pembelajaran jarak jauh ini maka penulis berikhtiar untuk membuat sesuatu yang berbeda dengan memanfaatkan perangkat atau media sosial seperti blog. Blog memiliki keutungan yaitu dapat dilihat oleh semua siswa dan orang lain, lentur dalam komunikasi karena dapat juga bersifat interaktif bila dibutuhkan.

Dengan memanfaatkan blog, penulis membuat BLOG PENTIGRAF SISWA untuk semua kelas, pentigraf merupakan tulisan fiksi bersifat narasi hanya dengan tiga paragraf saja. Semua siswa dipersilakan menulis di blog yang disiapkan guru dengan model tulisan pentigraf. Model ini dapat menjadi solusi penguatan literasi di SMAN 6 Barru


Literasi Pentigraf

 

https://pentigrafxilajulo.blogspot.com/

 

https://literasipentigrafsmanam.blogspot.com/

 

https://literasipentigrafnigos.blogspot.com/

 

   Berikan CONTOH NYATA bahwa tindakan Anda memiliki kebaruan (maksimal 200 kata).

 

Pentigraf memang akhir-akhir ini menjadi primadona beberapa penulis sejak diperkenalkan oleh Tangsoe Tjahjono 2014, tetapi baru menjadi viral di era pandemi. Beberapa komunitas penulis yang terdiri dari guru, siswa dan masyarakat sudah mulai menulis karya model pentigraf ini.

Akan tetapi, setelah penulis melihat dan mengamati, belum ada blog khusus yang menggunakannya untuk pembelajaran khususnya dalam penguatan literasi siswa. Membuat LITERASI BLOG PENTIGRAF untuk mengumpulkan tulisan siswa sepertinya belum ada dilakukan oleh guru lain. Walaupun pentigraf telah beredar di berbagai web, blog guru, siswa atau penulis pentigraf lainnya.

Ide ini sebenarnya terlihat sederhana secara konsep, tetapi memiliki kekuatan ketika dipergunakan untuk memperkuat proses literasi siswa sebagai bagian dari literasi sekolah di masa pandemi civid 19. Pembuatan pentigraf yang disatukan dalam blog memiliki beberapa keuntungan, yaitu siswa dapat membaca dan melihat karya teman lainnya, di sana akan terjadi kontestasi yang sportif dan positif. Hal lain adalah bagi siswa yang tidak mampu menulis cerpen Panjang atau pun novel, maka pentigraf dapat menjadi wadah menuangkan apa saja dari pengalamannya, karena toh hanya tiga paragraf.

Penulis tidak memaksakan secara khusus agar siswa mengisi pentigrafnya, hanya saja penulis terus mendorong siswa agar menulis di pentigraf sebagai bagian dari “penambahan” nilai tugas bila tugas-tugas mereka belum memadai.

link

https://literasipentigrafsmanam.blogspot.com/2020/07/pentigraf-solusi-literasi-siswa-era.html

 

https://www.youtube.com/watch?v=FCfstiPte4s

 

   Berikan CONTOH NYATA bahwa tindakan Anda adalah asli (maksimal 200 kata).

Keaslian literasi pentigraf yang dicanangkan penulis di SMAN 6 Barru, dapat dicek di berbagai media karena ide ini adalah ide dari kelanjutan ide penulis pada semester ganjil 2019/2020 sebelum pandemi covid 19 yaitu PRESENSI LITERASI speerti yang telah dijelaskan sebelumnya, Presensi Literasi ini juga memiliki ide sederhana akan tetapi bila dikelola secara baik dan disiplin maka akan membatu penguatan literasi siswa. Demikian halnya dengan LITERASI BLOG PENTIGRAF bila diisi dengan konsisten maka akan membantu siswa menyalukan kemampuan literasinya. Banyak khal yang sudah penulis lihat dalam konteks literasi di Indonesia. Kuncinya menurut penulis adalah daya tahan kita terhadap tangantang dan menemukan jalan keluar walaupun sederhana. Hal lainnya adalah konsistensi dan kemauan keras.

Penulis mencoba membangun konsistensi berliterasi dengan melakukan aktivitas sederhana tetapi memliki efek terhadap penguatan literasi siswa. Pentigraf ini adalah ide khas penulis yang selalu mencoba mencari jalan keluar dari kebuntuan pembelajaran, baik proses di kelas maupun dalam aktivitas literasi penulis di luar sekolah.

Ide sederhana ini penulis persembahkan sebagai upaya penulis untuk tidak menyerah begitu saja pada keadaan di masa pembelajaran pandemi covid 19. Bila kita menyerah maka tidak ada kemajuan berliterasi pada siswa. Akan terjadi ke-mandekan satu fase dimana literasi siswa tidak bergerak, dan itu adalah kerugian besar.

link

https://literasipentigrafsmanam.blogspot.com/2020/07/pentigraf-solusi-literasi-siswa-era.html

https://jamalpassalowongi.blogspot.com/2020/09/sekilas-blog-literasi-pentigraf-sman-6.html

https://www.youtube.com/watch?v=FCfstiPte4s


 

   Berikan CONTOH NYATA bahwa Inovatif Anda dapat menginspirasi pihak lain (maksimal 200 kata).

 

Dulu sewaktu PERESENSI LITERASI penulis masukkan di beberapa media sosial, serta melakukan presentasi di depan para guru se-Kabupaten Barru, maka beberapa sekolah menjadikan inovasi ini sebagai contoh di sekolah mereka masing-masing. Untuk LITERASI BLOG PENTIGRAF ini karena masih baru dilakukan dan belum sempat dipresentasikan dalam forum tatap muka hanya penulis tulis di media sosial. Hal ini pun mendapat tanggapan yang dari kawan-kwan guru.

Sejatinya inovasi seperti ini dapat diujicobakan oleh guru meskipun bukan guru bahasa Indonesia. Seperti hanya Presensi Literasi ketika setiap siswa harus menyetor tulisan setiap absensi maka semua guru dari mata pelajaran apa-pun dapat melakukannya sebagai bagian dari literasi sekolah.

Pada masa pandemi ini model LITERASI BLOG PENTIGRAF juga dapat dilakukan semua guru karena literasi bukan hanya miliki guru bahasa Indonesia, tetapi milik seluruh stakeholder di sekolah tersebut. Bila dilakukan secara berkelanjutan maka literasi sekolah akan teracapai.

Sosialisasi Literasi Blog Pentigraf ini terus penulis lakukan agar teman-teman guru dapat menjadikannya sebagai bagian dari penguatan literasi sekolah. Perkembangan Literasi pentigraf pada siswa juga semakin baik, setiap minggu ada saja siswa yang menulis dan memperbaiki tulisannya. Bila kesadaran ini semakin baik setiap hari maka harapan akan penguatan literasi sekolah dan literasi nasional secara umum akan tercapai dari satu ide sederhana.

Link

https://www.youtube.com/watch?v=l--DxZV2KHM&t=72s

https://jamalpassalowongi.blogspot.com/2020/09/sekilas-blog-literasi-pentigraf-sman-6.html

https://www.youtube.com/watch?v=FCfstiPte4s

 

 

 

 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "JEJAK DIGITAL"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel