SOAL PUISI (Aplikasi)
CARI MAJAS, PENGIMAJIAN, KATA KONKRET, KATA KONOTASI PADA DUA PUISI DI BAWAH INI:
Gunakan Aplikasi Klik di sini
Puisi 1: “Senja yang Terluka”
Langit memerah seperti luka yang tak sempat sembuh
Mentari tenggelam sambil menangis di ujung laut
Angin berbisik lirih, mengelus pipi yang letih
Daun-daun tua menari pelan, seolah menghibur bumi
Aku hanyalah sebutir debu di antara riuh semesta
Namun hatiku mengaum lebih keras dari badai
Langkahku kecil, nyaris tak berarti di jalan berdebu
Tapi rindu ini menjulang setinggi gunung khayal
Ah, betapa indah kesedihan yang kau tinggalkan
Seperti racun manis yang kupeluk erat
Kau bilang cinta itu sederhana
Namun nyatanya ia membakar lebih panas dari api neraka
Bayangmu masih duduk di bangku kayu itu
Menatap kosong cangkir kopi yang telah dingin
Dan malam, dengan setia, memeluk sunyi
Seakan ia tahu luka ini tak ingin sembuh
Puisi 2: “Suara dari Hujan”
Hujan turun membawa seribu suara yang berteriak
Mengetuk atap seng dengan nada yang pilu
Jalanan basah memantulkan wajah langit yang muram
Seperti cermin retak yang menyimpan cerita lama
Aku tersenyum kecil—atau mungkin pura-pura bahagia
Di tengah dingin yang menggigit tulang
Tubuhku berdiri tegak, meski jiwa ini runtuh perlahan
Seperti rumah rapuh yang diterpa angin tak kasatmata
Hujan ini seakan mengejek kesepianku
Mengatakan aku kuat, padahal aku hampir hancur
Lucu sekali, dunia menyebut ini ketegaran
Padahal ini hanya cara halus untuk tidak menyerah
Di sudut trotoar, genangan air memeluk bayangku
Lampu jalan berkedip, seperti mata yang mengantuk
Dan aku berjalan, membawa hati yang retak
Seolah itu hanya luka kecil yang tak berarti

0 Response to "SOAL PUISI (Aplikasi)"
Posting Komentar